TVRINews, Ambon
Stasiun Meteorologi Kelas I Ambon mengimbau masyarakat Maluku untuk mewaspadai dampak musim kemarau berkepanjangan yang memicu penurunan intensitas curah hujan secara signifikan. Berdasarkan data BMKG, penurunan curah hujan di wilayah Kepulauan Maluku tercatat mencapai hingga 90 persen.
Penurunan curah hujan secara merata tersebut berdampak pada berkurangnya potensi hujan di Pulau Ambon, Maluku Tengah, Pulau Seram, Maluku Tenggara, hingga Kepulauan Aru. Kondisi kering ini mulai memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat, terutama pada penurunan ketersediaan air bersih di sejumlah daerah yang rentan mengalami kekeringan.
Selain itu, kemarau panjang memicu ancaman terhadap produktivitas lahan pertanian yang mengandalkan air hujan serta meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Stasiun Meteorologi Kelas I Ambon memprediksi kondisi kering masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan sebelum memasuki masa peralihan menuju musim hujan.
"Musim kemarau yang berkepanjangan ini menyebabkan potensi hujan semakin kecil di sejumlah wilayah Maluku, dengan penurunan curah hujan mencapai 90 persen yang terjadi hampir merata," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Ambon, Sujabar pada Selasa 1 September 2026
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai dampak lanjutan dari kemarau panjang, seperti penurunan kualitas udara akibat potensi kabut asap hingga risiko gangguan kesehatan.
Pemerintah daerah setempat diharapkan segera mengambil langkah antisipasi, khususnya dalam pemenuhan serta penyiapan pasokan air bersih bagi masyarakat yang terdampak krisis air.
Seiring anjloknya curah hujan hingga 90 persen, masyarakat di seluruh wilayah Maluku diminta untuk menghemat penggunaan sumber daya air serta menjaga lingkungan guna menekan dampak kekeringan.









