TVRINews, Seram Bagian Barat
Dampak musim kemarau berkepanjangan selama enam bulan memicu krisis air bersih bagi warga Dusun Tatinang, Desa Waesala, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Cuaca ekstrem yang berlangsung sejak Maret hingga Agustus 2026 tersebut menyebabkan sumber air utama milik warga mengering total.
Warga yang selama ini mengandalkan air hujan dan sumur penampungan kini kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar harian, seperti mencuci dan mandi.
Warga Dusun Tatinang, Ardy, mengungkapkan bahwa ketersediaan air di pemukiman mereka semakin kritis seiring hilangnya pasokan air hujan.
“Sudah enam bulan hujan tidak kunjung turun,” kata Ardy di Seram Bagian Barat, Selasa, 1 September 2026.
Guna memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat terpaksa menempuh perjalanan laut menuju dusun tetangga menggunakan bodi pentura. Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 30 hingga 40 menit.
Kondisi tersebut memperberat aktivitas harian masyarakat karena harus menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan air bersih. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat serta pihak TNI dapat segera turun tangan memberikan penanganan langsung di lapangan.
Selain kepada pemerintah daerah, harapan juga ditujukan kepada Pangdam XV/Pattimura dan Kodim 1513/Seram Bagian Barat untuk dapat mengulurkan bantuan melalui program penyediaan fasilitas air bersih bagi masyarakat terdampak.
Penanganan cepat dan realisasi bantuan air bersih sangat dinantikan agar warga Dusun Tatinang tidak terus bergantung pada pasokan air dari dusun tetangga di tengah kemarau panjang.









