TVRINews, Maluku
Masyarakat di Maluku diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kemarau berkepanjangan yang dipicu fenomena El Nino dengan kategori sangat kuat. Kondisi tersebut diprediksi masih berlangsung hingga awal 2027.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Amahai, Margarita Triono, mengatakan kondisi cuaca kering perlu diantisipasi karena dapat berdampak pada ketersediaan air, sektor pertanian, lingkungan, hingga kesehatan masyarakat.
Menurut Margarita, kondisi langit yang tampak mendung di sejumlah wilayah tidak selalu menandakan akan turun hujan.

"Kondisi tersebut dapat dipengaruhi asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan jarak pandang menurun hingga kurang dari 10 kilometer sekaligus berdampak pada kualitas udara," ujar Margarita.
Masyarakat dan pemerintah daerah diminta mengantisipasi potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Di sektor pertanian, petani disarankan menyesuaikan jadwal tanam dengan mempertimbangkan ketersediaan air.
Pemilihan varietas tanaman yang lebih hemat air, tahan terhadap kondisi kering, dan memiliki siklus tanam lebih pendek juga dinilai dapat menjadi salah satu langkah adaptasi.

Selain itu, ketersediaan air perlu dijaga melalui optimalisasi sumber daya air, termasuk revitalisasi waduk dan sarana penyimpanan air serta perbaikan jaringan distribusi.
Dari sisi lingkungan dan kesehatan, masyarakat juga perlu mewaspadai penurunan kualitas udara akibat asap. Jika kualitas udara memburuk, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi untuk menekan risiko gangguan pernapasan.
Masyarakat diimbau tetap menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca dan ketersediaan air di masing-masing wilayah.










