TVRINews, Buru
Pemerintah terus mendorong percepatan penanaman padi Musim Tanam Antar Musim (PMAS) di Kabupaten Buru, Maluku, sebagai salah satu langkah mengantisipasi dampak perubahan kondisi iklim, termasuk potensi El Nino.
Kepala Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku, Gunawan, mengatakan target penanaman PMAS di Kabupaten Buru mencapai 1.609 hektare. Namun, hingga saat ini realisasi penanaman baru sekitar 42 hektare.
“Untuk Maluku secara keseluruhan, target penanaman PMAS mencapai 4.114 hektare yang tersebar di empat sentra kabupaten. Khusus Kabupaten Buru, targetnya 1.609 hektare,” kata Gunawan, dikutip Kamis, 24 September 2026.
Percepatan penanaman dilakukan melalui kegiatan penanaman bersama Bupati Buru dan pimpinan organisasi perangkat daerah Kabupaten Buru. Penanaman sekitar tiga hektare tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengajak petani tetap melakukan penanaman sekaligus mengejar target yang telah ditetapkan.
Gunawan menjelaskan, selain mempercepat masa tanam, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga produktivitas lahan di tengah kondisi iklim yang tidak menentu.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian dengan mengoptimalkan jaringan irigasi dan perpipaan atau IRPOM yang telah dibangun melalui program Kementerian Pertanian.
“Percepatan tanam sekaligus mitigasi kekeringan menjadi langkah pemerintah untuk menjaga produksi pangan di tengah kondisi iklim yang tidak menentu,” ujarnya.
Menurut Gunawan, optimalisasi sumber air menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian. Penyesuaian masa tanam juga diperlukan agar kegiatan budidaya dapat disesuaikan dengan kondisi ketersediaan air dan perkembangan cuaca.
Pemerintah berharap percepatan penanaman PMAS di Kabupaten Buru dapat membantu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjaga ketersediaan pangan di Maluku.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi menghadapi perubahan kondisi iklim dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di sentra-sentra produksi pertanian.










