TVRINews, Ambon
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Sarlotta Singerin, menegaskan pentingnya penguatan digitalisasi dalam proses pembelajaran di sekolah. Hal itu seiring dikembangkannya empat SMA di Maluku sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).
Keempat sekolah tersebut yakni SMA Negeri 2 Ambon, SMA Negeri 5 Ambon, SMA Negeri 8 Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan SMA Negeri 15 Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Sarlotta mengatakan pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan zaman.

“Digitalisasi pembelajaran ini harga mati,” kata Sarlotta.
Sementara itu, Google Education Specialist untuk wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku, Arija Rose Wanodya, menjelaskan program KSRG merupakan bagian dari upaya mendorong sekolah menerapkan teknologi secara berkelanjutan dalam kegiatan belajar mengajar.
Menurut Arija, keempat sekolah tersebut akan mendapatkan pemantauan dan evaluasi selama tiga tahun. Penilaian mencakup penerapan teknologi, inovasi pembelajaran, serta perkembangan sekolah selama menjalankan program.
“Sekolah rujukan Google ini kita monitor selama tiga tahun. Kita melihat bagaimana implementasinya, bagaimana inovasinya dan bagaimana sekolah tersebut berkembang,” ujar Arija.
Arija menambahkan, dukungan yang diberikan Google mencakup perangkat, panduan, pelatihan, serta berbagai fasilitas pendukung pembelajaran. Meski demikian, keberhasilan penerapan teknologi sangat ditentukan oleh kesiapan sekolah dan kemampuan guru dalam menggunakannya.
“Teknologinya kami berikan, tools-nya kami berikan, tetapi yang menggerakkan tetap dari sekolahnya. Jadi leadership dari sekolah itu sangat penting,” tuturnya.
Penguatan kompetensi tenaga pendidik juga menjadi bagian dari program tersebut. Para guru didorong mengikuti pelatihan dan sertifikasi agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal dalam pembelajaran.
Hingga saat ini, guru di empat sekolah tersebut telah mengikuti sertifikasi Google Certified Educator Level 1. SMA Negeri 2 Ambon tercatat memiliki 51 guru tersertifikasi, SMA Negeri 5 Ambon sebanyak 25 guru, SMA Negeri 8 Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebanyak 32 guru, dan SMA Negeri 15 Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebanyak sembilan guru.
Pengembangan KSRG di Maluku diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan berbasis digital. Sekolah juga didorong menghasilkan inovasi dan praktik pembelajaran yang nantinya dapat menjadi referensi bagi satuan pendidikan lainnya di Maluku.










