TVRINews, Maluku
Pembangunan fasilitas pengelolaan sampah di sejumlah desa di Maluku dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan persampahan.
Pasalnya, sejumlah fasilitas yang telah dibangun disebut belum dimanfaatkan secara optimal sehingga belum memberikan dampak signifikan terhadap penanganan sampah di masyarakat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah perlu diikuti dengan pengawasan dan keberlanjutan program.
Dengan demikian, anggaran yang telah dialokasikan pemerintah benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pengelolaan sampah tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan tempat pengolahan maupun penyediaan peralatan.
Fasilitas yang telah dibangun harus dipastikan dapat beroperasi, memiliki pengelola yang jelas, serta didukung sistem pengolahan dan pemasaran hasil daur ulang.
Tanpa dukungan tersebut, infrastruktur pengelolaan sampah berisiko tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Akibatnya, persoalan penumpukan sampah tetap terjadi, sementara fasilitas yang seharusnya menjadi solusi justru belum memberikan hasil maksimal.
Peneliti Universitas Pattimura Prof. Debby Selano menilai salah satu kelemahan dalam program pengelolaan sampah adalah minimnya pengawalan setelah proses pembangunan selesai.
Padahal, fasilitas pengolahan sampah yang telah dilengkapi peralatan memiliki potensi ekonomi apabila dikelola secara baik dan dihubungkan dengan jaringan pemasaran hasil daur ulang.
"Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak semata-mata diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan fasilitas tersebut untuk beroperasi secara berkelanjutan dan menghasilkan manfaat nyata," ujar Debby.
Karena itu, evaluasi program perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan dan pembangunan hingga memasuki tahap operasional.
Pemerintah desa bersama instansi terkait juga perlu memastikan kejelasan pihak pengelola, kesiapan peralatan, ketersediaan anggaran operasional, hingga kepastian jalur pemasaran produk hasil daur ulang.
Dengan pengawasan dan pengelolaan yang berkelanjutan, fasilitas pengolahan sampah diharapkan tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai solusi dalam mengurangi persoalan persampahan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.










