TVRINews, Ambon
Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bagi generasi muda untuk memperkuat persatuan, meningkatkan semangat belajar, dan mengembangkan potensi diri demi masa depan bangsa. Nilai-nilai perjuangan pemuda diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Fachrurrazy Hassannusi, mengatakan peringatan Sumpah Pemuda menjadi kesempatan untuk mendorong generasi muda membangun karakter, meningkatkan kemampuan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Menurut Fachrurrazy, pendidikan dan pengembangan diri merupakan bekal penting bagi pemuda dalam mempersiapkan masa depan. Selain mengejar prestasi, generasi muda juga perlu menjaga kebersamaan dan menghargai orang lain.

(Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Fachrurrazy Hassannusi)
“Semangat Sumpah Pemuda harus tercermin dalam keseharian anak-anak muda, baik melalui ketekunan belajar, kesungguhan mengembangkan kemampuan, maupun kepedulian terhadap sesama. Persaudaraan dan rasa empati perlu terus ditumbuhkan,” ujar Fachrurrazy.
Ia menambahkan, generasi muda perlu memahami tanggung jawabnya sebagai penerus bangsa dengan memanfaatkan waktu untuk kegiatan positif dan produktif.
“Setiap generasi memiliki tanggung jawab terhadap masa depan Indonesia. Karena itu, manfaatkan waktu untuk belajar dan berkarya agar kelak mampu mengambil peran dalam membangun negeri,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Ambon, Yasmin Kamsurya, mengatakan Sumpah Pemuda merupakan momentum untuk menanamkan kecintaan terhadap Tanah Air sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Yasmin menjelaskan, nilai-nilai Sumpah Pemuda dapat diterapkan melalui berbagai kegiatan pendidikan, termasuk ekstrakurikuler yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan bakat, minat, dan kreativitas.

(Plt. Kepala MTs Negeri Ambon, Yasmin Kamsurya, M.Pd)
“Madrasah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi siswa untuk mengenali potensinya, belajar menghargai perbedaan, dan membangun semangat kebangsaan. Nilai persatuan harus tumbuh melalui tindakan nyata di lingkungan sekolah,” tutur Yasmin.
Ia berharap para siswa dapat menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai motivasi untuk berprestasi sekaligus menjaga persaudaraan. Dengan demikian, generasi muda dapat berkontribusi dalam mempertahankan persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Semangat tersebut juga menjadi perhatian para siswa MTsN Ambon, Fairel A.C. Maricar dan Revalina P. Latuconsina. Keduanya memandang pendidikan sebagai langkah penting untuk mempersiapkan diri meraih cita-cita dan memberikan kontribusi bagi bangsa.
Peringatan Sumpah Pemuda di lingkungan madrasah diharapkan dapat memperkuat kesadaran siswa bahwa masa depan Indonesia turut ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Ketekunan belajar, keberanian berkarya, sikap saling menghargai, dan komitmen menjaga persatuan menjadi wujud nyata dalam meneruskan semangat perjuangan pemuda.










