TVRINews, Maluku
Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat membangun 11 titik sumur bor bertenaga surya di areal persawahan Desa Waimital, Kecamatan Kairatu.
Pembangunan sumur bor dilakukan untuk mengantisipasi kekeringan yang mengancam ketersediaan air bagi lahan pertanian. Para petani di Waimital diketahui telah menghadapi kondisi kemarau selama sekitar tujuh bulan terakhir.
Petani padi Desa Waimital, Yanto, mengatakan keterbatasan air menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petani untuk memenuhi kebutuhan irigasi.
“Selama kemarau ini air memang sangat terbatas. Kalau hanya mengandalkan Bendungan Kairatu, belum cukup untuk memenuhi kebutuhan air seluruh persawahan,” ujar Yanto.
Areal persawahan di Desa Waimital mencapai sekitar 715 hektare. Selama ini, petani mengandalkan pasokan air dari Bendungan Kairatu, namun sumber air tersebut belum mampu menjangkau seluruh lahan pertanian.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah membangun 11 sumur bor di sejumlah titik persawahan.
Setiap sumur dilengkapi pompa air yang memanfaatkan energi surya melalui panel surya. Sistem ini diharapkan dapat menjadi sumber air tambahan sekaligus mendukung kebutuhan irigasi bagi lahan pertanian.
Penggunaan tenaga surya juga menjadi bagian dari pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung sektor pertanian, khususnya dalam menghadapi ancaman kekeringan.
Saat ini, proses pengeboran di 11 titik telah selesai. Pembangunan bak penampungan air serta sejumlah fasilitas pendukung masih terus dilakukan sebelum seluruh sistem dapat dioperasikan.
Dengan adanya tambahan sumber air tersebut, petani di Waimital diharapkan tetap dapat memenuhi kebutuhan pengairan lahan persawahan meski kondisi kemarau berkepanjangan masih berlangsung.
Pembangunan sumur bor bertenaga surya ini sekaligus diharapkan dapat membantu menjaga produktivitas lahan pertanian dan keberlanjutan produksi padi di Desa Waimital.










