TVRINews, Maluku
Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla masih mengancam sejumlah wilayah di Kota Ambon, Maluku. Kondisi ini menjadi perhatian, terutama di tengah fenomena El Nino yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di kawasan hutan dan lahan.
Sepanjang Agustus hingga September 2026, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon telah menangani sedikitnya 15 kejadian kebakaran hutan dan lahan di Pulau Ambon.
Kejadian karhutla tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Kecamatan Leitimur Selatan, Nusaniwe, Sirimau, dan Teluk Ambon.
Kepala Bidang Pengendalian Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon, Yanes Leinussa, mengatakan pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi kebakaran, termasuk dengan menyiagakan personel selama 24 jam.
Menurut Yanes, petugas Damkar Kota Ambon selalu siap merespons laporan kebakaran, meski dalam pelaksanaan pemadaman di lapangan petugas kerap menghadapi kondisi medan yang cukup ekstrem.
“Ya, itu juga kami sampaikan kepada masyarakat yang ingin memperluas lahan atau kebun, agar tidak menggunakan cara-cara yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Kondisi seperti ini sangat fatal, apalagi saat cuaca sedang panas. Kalau kebakaran sudah terjadi, api akan sulit dikendalikan dan berpotensi meluas ke wilayah lainnya, tandasnya”
Laporan kebakaran hutan dan lahan di Pulau Ambon banyak diterima Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon melalui layanan darurat 112.
Untuk memaksimalkan penanganan karhutla di tengah dampak El Nino, Pemerintah Kota Ambon terus bersinergi dengan sejumlah SKPD dan stakeholder terkait.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, sebagai langkah pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak kembali terjadi dan meluas.










