TVRINews, Maluku
Program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt peak (GWp) yang ditargetkan pemerintah dalam tiga tahun ke depan diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan pekerjaan di Indonesia.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan kebutuhan tenaga kerja tersebut mencakup berbagai tahapan pembangunan PLTS, mulai dari konstruksi hingga pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit.
Hal tersebut disampaikan Eniya saat melakukan kunjungan bersama Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phil Taula, ke Politeknik Negeri Ambon, Maluku.
Menurut Eniya, pembangunan PLTS 100 GWp tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pemanfaatan energi bersih, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

(Foto: Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi)
“Program ini tidak hanya membangun pembangkit, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan. Secara keseluruhan, diperkirakan sekitar 5,5 juta lapangan pekerjaan dapat tercipta, mulai dari tahap konstruksi hingga pascakonstruksi,” ujar Eniya.
Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja juga akan tetap tinggi setelah pembangkit selesai dibangun, terutama untuk mendukung kegiatan operasional dan pemeliharaan pembangkit energi terbarukan. Karena itu, Eniya menilai pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri energi terbarukan.
Ketersediaan tenaga kerja lokal yang terampil, menurutnya, diperlukan agar pengembangan energi terbarukan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

(Foto: Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi)
“Yang penting adalah bagaimana sumber daya manusia lokal dipersiapkan. Setelah pembangkit dibangun, harus ada tenaga yang mampu mengoperasikan dan melakukan pemeliharaan secara berkelanjutan,”jelasnya.
Pengembangan PLTS 100 GWp diharapkan dapat memperluas pemanfaatan energi bersih sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat, termasuk tenaga kerja lokal di berbagai daerah.










