TVRINews, Ambon
Cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Maluku terus didorong untuk diperluas. Hingga saat ini, program tersebut baru menjangkau sekitar 26 ribu penerima manfaat atau sekitar 31 persen dari total siswa di Maluku.
Perluasan cakupan dilakukan melalui penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Dalam aktivasi 480 dapur SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T yang diluncurkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Maluku mendapat tambahan 20 unit SPPG.
Sekretaris Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional, Rufriyanto Maulana Yusuf, mengatakan tambahan tersebut akan dioperasikan secara bertahap untuk memperluas pelayanan MBG di Maluku.
“Pelaksanaan 20 SPPG pada tahap awal ini akan dilakukan secara bertahap untuk melayani sekitar 26 ribu penerima manfaat. Dengan penambahan tersebut, cakupan penerima manfaat di wilayah Maluku diharapkan dapat meningkat hingga sekitar 34 persen,” ujar Rufriyanto.
Penambahan SPPG tersebut juga diarahkan untuk memperluas pelayanan ke sejumlah wilayah 3T yang selama ini menghadapi keterbatasan akses. Dengan bertambahnya unit pelayanan, cakupan penerima manfaat MBG di Maluku ditargetkan meningkat dari sekitar 31 persen menjadi 34 persen.
Pemerintah Provinsi Maluku menyambut baik penambahan 20 unit SPPG tersebut. Gubernur Maluku yang diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Maluku, Faradillah Attamimi, mengatakan perluasan program MBG harus diikuti dengan kesiapan pasokan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Dengan adanya MBG, kita perlu menghitung peningkatan konsumsi masyarakat dan memastikan kebutuhan tersebut dapat terpenuhi. Karena itu, stok di pasar maupun di tempat lain harus kita hitung dan pastikan ketersediaannya,” tandas Faradillah.
Menurut Faradillah, bertambahnya SPPG diharapkan tidak hanya memperluas penerima manfaat, tetapi juga mendorong kesiapan rantai pasok pangan di daerah.
Keberadaan tambahan unit SPPG nantinya diharapkan dapat menjangkau ribuan penerima manfaat, termasuk siswa dan masyarakat di wilayah yang berada jauh dari pusat kota.
Dengan perluasan tersebut, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Maluku diharapkan semakin menjangkau masyarakat di berbagai wilayah, termasuk kawasan 3T, sekaligus didukung ketersediaan bahan pangan yang memadai.










