TVRINews, Maluku
Sebanyak 162 titik kebakaran lahan tercatat terjadi di Kabupaten Buru, Maluku, sepanjang Juni hingga akhir Agustus 2026. Kebakaran dipicu kondisi musim kemarau panjang yang menyebabkan lahan mengering dan mudah terbakar.
Kepala Bidang Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buru, Bahrun Nurlatu, mengatakan kebakaran terjadi di sejumlah kawasan lahan kayu putih yang tersebar di beberapa wilayah.
Minimnya curah hujan disertai tiupan angin kencang membuat api lebih cepat menyebar. Kebakaran lahan tersebut bahkan berdampak pada sejumlah bangunan gedung.
"Kebakaran lahan ini terjadi di sejumlah kawasan lahan kayu putih. Minimnya curah hujan ditambah dengan kencangnya tiupan angin membuat api menyebar dengan lebih cepat,"ujar Bahrun Nurlatu.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petugas pemadam kebakaran, terutama karena sejumlah titik kebakaran sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Bahrun mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Segera laporkan setiap kejadian kebakaran, tingkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, dan hindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,"tuturnya.










